Pembelajaran Teks Anekdot
Rabu, 13 Desember 2023
Rabu, 08 November 2023
Pembelajaran Teks Hikayat
Untuk menambah pemahaman tentang Hikayat. Silakan klik link berikut.
https://docs.google.com/presentation/d/1a0MZOcIdUYgQxFcCx4i8iATvNimJFvaV/edit?usp=sharing&ouid=109362640796645434233&rtpof=true&sd=true
Materi Teks Anekdot
Berikut link Youtobe materi Teks Anekdot
https://youtu.be/hoNI3yDOPOA?si=Z5LMOxsuuAK2NPIH
Senin, 12 Juni 2017
Puisi Tangan-tangan Berdoa
Tangan-tangan yang Berdoa
Tak mengapa jika cahaya belum
menyingsing
Semakin kencang gemuruh angin
Terompet panggilan terdengar
menggelegar
Dentuman kaki terlihat kecil
Berirama dengan gerakan samudera
Burunng kecil berkicau dengan
dinginnya malam
bersama dengan tangan-tangan yang
berdoa
Sabtu, 22 April 2017
Semarak Kartini 2017 di Universitas PGRI Semarang
SEMARAK KARTINI 2017 di UNIVERSITAS PGRI SEMARANG
21 April merupakan hari yang paling
sejarah bagi Bangsa Indonesia. Terutama untuk kaum wanita. Pada saat itu,
pejuang kesetaraan untuk wanita yaitu R.A Kartini berjuang untuk mendapatkan
keadilan dan kesetaraan dengan kaum laki-laki. Begitu hebat perjuangan Kartini
ini hingga tanggal kelahiraannya dijadikan sebagai peringatan sebagai hari
Kartini.
Tak lain di Universitas PGRI
Semarang, peringatan Hari Kartini selalu diperingati setiap tahun. Jumat, 21
April 2017 merupakan hari yang berkah karena pada hari tersebut hari Kartini
diperingati khususnya di Universitas PGRI Semarang. Semarak Kartini 2017
dijadikan sebagai nama dalam acara tersebut. Acara ini selalu diikuti oleh seluruh
mahasiswa FPBS, yaitu mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra
Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, serta Pendidikan Bahasa dan Sastra
Daerah.
Acara yang diselenggarakan oleh BEM
Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS) sangat meriah sekali. Seluruh
mahasiswa dan dosen dibalut dengan busana kebaya yang sangat cantik dan anggun
dan mahasiswa laki-laki menggunakan lurik. Sebelum menuju keacara inti, acara
diisi dengan hiburan-hiburan dan demo yang dilakukan oleh sponsor acara
tersebut. Seperti demo kecantikan yang dilakukan oleh Natasha Skin Care. Demo
yang dilakukan oleh Natasha lebih kepada bagaimana menjaga kulit agar tetap
bersih, perawatan di Natasha, dan pengenalan produk baru dari Natasha. Selain
itu, demo juga dilakukan oleh sponsor yang lainnya yaitu dari Mustika Ratu.
Mustika ratu demo mengenai pengaplikasian make up dari produk-produk
keunggulannya.
Acara Peringatan Hari Kartini terasa
berbeda dan sangat spesial karena menghadirkan tokoh-tokoh wanita yang membawa
pengaruh positif di era sekarang. Antara lain dihadiri oleh Wakil Wali Kota
Semarang, Konsultan ibu menyusui, dan Puteri Indonesia Jateng 2017.
Acara Semarak Kartini 2017 dibuka
oleh Rektor Universitas PGRI Semarang Bapak Muhdi, S.H., M.Hum didampingi oleh
Wakil Walikota Semarang. Kemudaian Wakil Walikota Semarang menyampaikan
sambutan didepan semua mahasiswa FPBS. Beliau menyampaikan bahwa perjuangan
seorang Kartini tak berhenti sampai disini. Perjuangan harus tetap dilanjutakan
terutama untuk memberantas narkoba di kalangan anak muda. Beliau juga
mengatakan bahwa sebelum menuju ke Universitas PGRI Semarang, beliau
mengunjungi rutan khusus perempuan yang 70% terkena kasus narkoba. Hal ini
menjadi keprihatinan karena wanita usia produktif terjerumus ke dalam lubang
hitam narkoba. Akan tetapi beliau takjub karena meskipun mereka hidup dalam
lingkungan yang terbatas, lingkungan penjara mereka masih bisa tetap berkarya
dan menghasilkan barang-barang kerajinan. Ini menjadi acuan bagi generasi muda
khususnya mahasiswa yang hidup di lingkungan yang luas yang tentunya bisa lebih
berkarya dan lebih kreatif dari wanita-wanita yang hidup di lingkungan
terbatas.
Ibu Wakil Wali Kota Semarang
Kemudian acara tersebut dilanjutkan
dengan pemilihan Puteri Kartini 2017.
Pemilihan puteri Kartini memang diadakan setiap tahun
bebarengan dengan peringatan Hari Kartini. Diikuti oleh 21 peserta yang telah
diseleksi dari seluruh program studi Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni. Dari
21 peserta kemudian dipilih 15 besar yang merucut menjadi 5 besar finalis
puteri Kartini 2017. Setelah 5 besar finalis terpilih, dilanjut dengan acara
talk show dengan 3 tokoh wanita yaitu Wakil Walikota Semarang, Puteri Indonesia
Jateng 2017, dan konsultan ibu menyusui.
Talk show dengan 3 tokoh wanita
inspiratif
Acara talk show dipandu oleh Santi
Rosmalia penyiar senior up radio UPGRIS. Talk show sangat menarik sekali karena
masing-masing narasumber memberikan motivasi sekaligus pengalaman hidup terkait
prestasi yang menghantarkan mereka ke titik sekarang. Ibu Wakil Wali Kota
Semarang merupakan wanita pertama yang menjabat sebagai wakil wali kota, beliau
menyampaikan bahwa ibu dan keluarga
adalah sosok dibalik kesuksesannya sekarang, keluarga merupakan sumber insprirasi
dan sumber kekuata. Kemudian konsultan ibu menyusui juga berbagi seputar
kehidupannya, beliau mengatakan kata-kata yang sangat inspiratif yaitu hidup memang selalu banyak tantangan,
tantangan iitu jangan dijadikan sebagai alasan untuk terpuruk akan tetapi
jadikan tantangan hidup itu sebagai kekuatan untuk menghadapi kehidupan.
Tokoh terakhir yang diajak berbincang-bincang oleh Santi Rosmalia adalah
Megawati Prabowo. Usaianya masih sangat muda yaitu 22 tahun. Diusianya yang
sangat masih belia ini ia sudah memiliki prestasi yang sangat membanggakan. Ia menjadi Puteri Indonesia Jateng 2017. Masuk
ke-5 besar dengan gelar Puteri Indonesia Favorit 2017. Ia sangat cantik dan
sangat anggun dengan dibalut kebaya yang membungkus tubuhnya. sebagai seorang
yang selalu disorot mata kamera, ia mengatakan bahwa untuk menjadi seeorang yang sukses harus menguasasi public speaking,
percaya diri, memiliki perisapan yang matang, dan selalu berusaha.
Penutupan acara talk show diakhiri
dengan penandatangan buletin oleh Rektor Universitas PGRI Semarang dan Wakil
Walikota Semarang. Penandatangan disaksikan oleh seluruh mahasiswa. Dengan
ditandatangani buletin tersebut, mengindikasikan bahwa buletin ini terbit.
Penandatanganan buletin oleh Rektor
UPGRIS dan Wakil Walikota Semarang
Kemudian acara selanjutnya yaitu
melanjutkan pemilihan Puteri Kartini yang telah masuk ke-5 besar. Dari 5
finalis tersebut dipilih menjadi 3 besar. Penentuan ketiga finalis sangat
menegangkan. Sorak-sorak dari masing-masing pendukung membuat suasana semakin
tegang. Penentuan juara dimulai dari Puteri Persabatan, kemudian Puteri Favorit
dan Puteri Kartini 2017. Hal ini menjadikan ketiga finalis sangat tegang dan
was-was. Setelah beberapa menit yang begitu menegangkan, terpilihhkan Puteri
Persahabatan, Puteri Favorit, dan Puteri Kartini 2017.
Pemenang Puteri Kartini 2017
sekaligus penyerahan piala oleh Rektor
Dengan terpilihhnya Puteri Kartini
2017 maka seluruh rangkaian acara Semarak Kartini di Universitas PGRI Semarang
juga selesai. Acara yang sangat begitu luar biasa karena banyak sekali
motivasi-motivasi dan inspirasi untuk Kartini masa kini yang kreatif, inovatif,
dan tangguh. Sebagai seorang wnaita, jangan meninggalkan kodrat kewanitaan
sebagai ibu, meskipun diperlukan juga emansipasi wanita.
Minggu, 09 April 2017
Puisi Untuk Sahabat
Untukmu
Langkahmu
begitu indah
Ketika
bulan sabit menggerogoti semesta
Tak
ada yang menyaingi elokmu
Kau
yang selalu berjalan di atas
awan
gelap, saat dedaunan
tertawa
oleh angin yang datang
dari
rasa kebencian
Yang
selalu menutupi lukaku
dengan
madumu
kau
yang menjadi bagian dari keelokan
sang
pencipta
Menjadi
penghisap embun-embun di pagi hari
penabur kesejukan ketika emas dunia
mulai
bergejolak
Hingga
kini,
Tak
ada yang mampu memecahkan kaca
dengan
baja, saat kutahu kaulah
pengobat
segala luka itu
CERPEN
Nama :
Meika Nur Masita
Kelas :
4C
NPM : 15410094
Ibu Tolong Aku
Aku
tak sanggup lagi melakukan apa-apa, jika semua telah terlanjur dicap buruk
begini. Orang-orang kampung begitu tajam melihatku. Matanya seketika berubah
menjadi mata setan yang memerah. Tubuhnya juga menjadi kekar. Mulutnya sungguh
mengerikan seperti siap untuk menerkam mangsa. Aku semakin tak ingin keluar
rumah, melihat kenyataan bahwa orang-orang kampung memandangku sebelah mata.
Setiap
hari mataku hanya bisa mengintip dari lubang bilik rumahku. Melihat orang-orang
berlalu lalang. Aku sangat takut jika aku ketahuan menginntip dari balik
jendela. Orang-orang begitu tajam melihat rumahku. Seperti ada yang aneh dari
rumahku dan aku. Tapi sampai sekarang aku belum tahu mengapa orang-orang begitu
membenciku.
Setiap
kali mereka melewati rumahku, sesekali kudengar mereka mengatakan rumah aib dan
anak haram. Seketika kupingku terasa ingin meleleh, mataku menjadi semakin
tajam melihati setiap gerik mereka. Apa yang dimaksud mereka, siapa anak haram
itu. Aku atau orang lain. Begitu menderitakah aku, Tuhan? Sepahit inikah jalan
hidupku. Jalan seorang anak yatim piatu yang baru ditinggal ibu seminggu yang
lalu. Dan tak tahu siapa dan dimana ayahku sekarang.
Aku
ingin bermain dengan teman-temanku. Bukankah usiaku ini usia untuk menikmati
bagaimana indahnya bermain dengan teman-teman, Tuhan? Aku tak keluar rumah dan
bermain seperti yang lain. Orang tua mereka melarang untuk bermain denganku
karena aku dicap sebagai anak haram. Ibu, tolong aku. Aku tidak ingin hidup
sebatang kara. Tak punya saudara untuk sekedar berbagi beban hidup. Ibu tolong
aku, ibu tolong aku.
Seketika hujan
begitu derasnya keluar dari kedua mataku. Sangat merindunya aku kepada ibu.
Hatiku masih dipenuhi luka-luka yang masih sangat basah. Kenapa Tuhan begitu
cepat memanggil ibuku. Ibu yang satu-satunya aku miliki. Orang yang
satu-satunya aku sayangi di dunia ini. Ya Tuhan, apa salahku sampai-sampai tak
ada orang yang berbelas kasih kepadaku. Mengapa orang-orang begitu membenci dan
menganggap aku ini anak haram.
Rasa penasaranku
semakin menjadi-jadi. Kulihat segerombolan ibu datang ke warung Mak Ijah.
Membeli sayur-mayur untuk dimasak. Di atas meja tertata rapih sayuran. Di
gantungnya beberapa sachet kopi, dan sachet shampoo. Di sampingnya terdapat
jajan pasar yang dibiarkan terbuka begitu saja. Tangan-tangan lembutnya memilih
sayuran yang akan dimasak. Kulihat ada seorang ibu berbaju merah, rambut ikal
dan wajah bundar sesekali menyinggung tentang aku.
Aku beranjak dari
tempat tidurku, tapi langkahku begitu berat. Tubuhku begitu bergejolak,
keringat keluar bercucuran bersamaan dengan rasa penasaranku. Aku memberanikan
diri untuk melihat dari jendela. Dengan sangat hati-hati, sedikit demi sedikit
ku buka korden yang begitu lupuk seperti tak dicuci 50 tahun. Korden yang
berwarna merah sekarang sudah tak berwarna merah lagi. Aku tak tahu mengapa ibu
tak membeli korden yang baru.
Semakin keras
kudengar, nama ibu selalu disebut disetiap bibir mereka. Aku semakin penasaran,
mengapa aku dan ibuku dianggap aib. Ibu berbaju merah, istri pak Rt lantang
berbicara tentang ibuku.
Mereka
mengatakan bahwa ibuku seorang pelacur. Setiap malam keluar untuk menemani
laki-laki hidung belang yang kekurangan nafsu. Aku semakin tak percaya. Ibuku
kerja untuk mengidupiku karena aku tak tahu kemana ayah pergi. Saat aku
terbangun di malam hari, ibu memang tak ada. Ibu bekerja untukku. Setiap
terbangun, aku selalu menemukan surat yang isinya bahwa ibu pamit untuk
bekerja. Aku tahu ibu adalah seorang yang jujur, aku tak percaya kalau ibu
membohongiku. Suara kencangnya menjadi-jadi. Mereka mengatakan bahwa ibu selalu
mangkal di alun-alun kota. Menuggu pria yang tak jelas asal-usulnya untuk
mencicipi tubuhnya.
Bibirnya semakin
fasih bercerita, aku tak kuat lagi mendengar cerita tentang ibu. Aku langsung
tak berdaya, jantungku seketika berhenti berdetak. Tangan dan kakiku tak bisa
ku gerakkan. Mataku sayup-sayup melihat mereka memandangku dengan rasa benci.
Telingaku masih kuperintahkan untuk mendengar dengan tajam. Air mataku semakin
tak terbendung lagi menetes keluar dengan segenap rasa luka di hati.
Terdengar mereka
mengatakan bahwa aku adalah anak hasil perzinahan yang diharamkan agama. Aku
anak hasil dari ibu melacur. Aku anak yang terlahir dari persetubuhan yang
hina. Aku semakin lemas ketika mendengar itu. Aku tak percaya kalau aku
anak hasil perzinahan. Lama-lama tubuhku
kubiarkan tergelatak di tanah. Dadaku terasa sesak mendengar kenyataan itu.
Kepalaku semakin pening tak kuat lagi membawa beban hidup.
Aku tak bisa
memendung air mata, kubiarkan mataku mengeluarkan darah kepedihan. Pedih yang
tak bisa kuluapkan. Hanya erangan yang keluar dari mulutku. Ya Tuhan, kenapa
aku terlahir dari buah cinta yang haram. Kenapa begitu banyak orang-orang yang tak
bisa menerimaku. Apakah ini mutlak kesalahanku Tuhan? Aku juga tak ingin
dilahirkan jika aku tahu akan menjadi bahan omongan orang. Ibu, mengapa kau
melahirkanku. Tak malukah kau memiliki anak sepertiku. Anak yang tak diinginkan
kehadirannya. Apakah ibu sengaja agar aku yang merasakan kepahitan hidup ini.
Merasakan bahwa orang-orang tak bisa berterima kehadiranku.
Seberat inikah
beban hidup seorang anak haram. Banyak orang membenciku dimana-mana. Tak punya
teman, bahkan suadara. Ibu, tolong aku. Aku hidup sebatang kara ibu. Ibu, kau
harus tahu bahwa orang-orang mengatakan aku ini anak haram. Ibu, tolong katakan
bahwa aku ini anakmu bukan anak haram. Ibu cepatlah kembali, aku ingin
memelukmu. Ibu tolong aku....
Langganan:
Postingan (Atom)
Portofolio Aksi Nyata Topik 1
T1-8a. Unggah Portofolio - Aksi Nyata Mata Kuliah Computational Thingking Berikut link Google Drive tugas portofolio aksi nyata: https://d...
-
BAHASA INDONESIA RAGAM SASTRA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA dan SENI UNIVERSITAS PGRI SEMARANG DAFTAR ...
-
Nama : Meika Nur Masita NPM : 15410094 Kelas : 1 C Tanggapan 1 1. Peneladanan Dharma Perguruan Ti...
-
Untukmu Langkahmu begitu indah Ketika bulan sabit menggerogoti semesta Tak ada yang menyaingi elokmu Kau yang selalu berj...












